Selasa, Juli 21

Sejarah Senjata Angin

Senjata angin pertama adalah sumpit (lung powered blowguns) yang telah ada paling tidak sejak 125 Masehi, atau bahkan mungkin ratusan atau ribuan tahun sebelumnya.



Belum ada yang bisa memastikan kapan senjata angin mekanis pertama kali ditemukan. Senjata angin mekanis tertua (tahun 1580 M) terdapat di Musium Livrustkamar, Stockholm (Swedia). Senapan angin ini menggunakan pegas (per) sebagai sumber energinya. Mulai abad ke 17 M mulai muncul senjata angin yang menggunakan tabung udara (pneumatic), salahsatunya adalah senapan experimental untuk raja Perancis Henry IV, dan yang paling terkenal adalah Senapan Angin Militer Girandoni (abad ke 18 M), yang dapat menembakkan 22 peluru dalam 1 menit, jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan senjata api muzzleloading saat itu. Kelebihan lainnya dibanding senjata api waktu itu adalah dapat ditembakkan pada cuaca basah atau hujan, suara tembakan lebih pelan dengan kaliber yang sama dengan senjata api, tidak berasap, dan tidak menghasilkan kilatan cahaya sehingga posisi penembak tidak mudah diketahui. Namun karena keterbatasan teknologi pada jaman itu mengakibatkan mahalnya biaya pembuatan senjata angin, dan masalah-masalah seperti kebocoran katup, tabung yang pecah sering terjadi, ditambah lagi rumitnya mekanisme membuat para tentara harus mendapatkan pelatihan yang lebih lama untuk bisa menggunakan dan memeliharanya. Oleh karena itu senapan angin tidak bisa menggantikan senapan muzzleloading sepenuhnya. Militer Perancis, Austria dan beberapa negara lainnya memiliki detasemen khusus sniper yang menggunakan senapan angin.

Senapan Angin Girandoni kaliber .46
Senapan angin saat itu menggunakan pompa untuk mengisi tabung udara, diperlukan ratusan hingga ribuan kali pompa untuk bisa menghasilkan velocity 600-1.000 fps dengan proyektil kaliber .30 - .51 Inch. Pada senapan angin Girandoni dikatakan bisa menembus papan 1 inch pada jarak 100 langkah, hampir menyamai peluru pistol modern kaliber 9mm atau .45.

Pada abad ke 19 M penggunaan senapan angin yang berperan pada sejarah Amerika adalah senapan angin yang dibawa oleh Captain Meriwether Lewis dalam ekspedisi Lewis and Clark (1803-06).
Sekitar tahun 1820 seorang penemu Jepang bernama Kunimoto Ikkansai mengembangkan berbagai metode pembuatan senjata termasuk senjata angin berdasarkan rangaku (pembelajaran ilmu pengetahuan barat) dari Belanda di Dejima.


Senapan Angin Kunimoto

Mulai awal abad ke 20 M teknologi yang digunakan dalam pembuatan senjata angin mulai mengalami peningkatan yang cukup menarik, di Amerika senjata angin pegas (per) berkekuatan tinggi termasuk dalam senjata mahal dan populer. Sedangkan di Eropa senjata angin pneumatic mengalami peningkatan level terutama dalam hal tabung udara, serta diperkenalkannya senapan angin CO2 pertama. Namun perkembangan teknologi juga terjadi di bidang senjata api, penemuan dan penggunaan smokeless powder tetap menjadikan senjata api sebagai senjata yang lebih kuat.

Sumber: Wikipedia, Robert Beeman
"Seluruh isi tulisan blog ini boleh dipakai dan disebarluaskan dengan mencantumkan sumbernya".
"Gambar-gambar pada blog bukan milik penulis (kecuali dicantumkan), didapatkan dari hasil googling dan hanya berfungsi sebagai ilustrasi isi tulisan. Jika ada yang berkeberatan, silahkan berikan komentar".